Saturday, 5 January 2013

Kembali ke Masa Lalu

Kalian pernah nggak ngerasain yang rasanya bener bener pingin kembali ke masa lalu? ya,itu perasaan yang aku rasain sekarang... pingin kembali ke masa kecil,tepatnya pas umurku masih 4taun.
Dimana aku bebas nglakuin hal2 yang tak pingini,main,nggak belajar,nggak les piano,nggak ada beban wes pokonya! Kalo aku disuruh milih,aku malah pingin kembali ke masa laluku... dimana orangtuaku nggak pernah marah2 meskipun aku main seharian (tapi ya inget waktu sih).
Tapi beneran aku puingin banget balik ke masa kecilku.masa kecil yang indah,pokoknya dimana aku nggak banyak mikir. Trus... aku nggak mau ke masa depan,kalian tau kenapa? itu karna aku takut. Aku takut kehilangan orang yang aku sayangi,aku takut menemukan hal2 baru di sekelilingku.
Aku takut ibuku tua,aku takut bapakku tua.
Aku takut jika anak-anakku memanggil bapak dan ibuku dengan sebutan 'kakek dan nenek'
Aku takut.......
AKU PENGEN KEMBALI KE MASA LALU!!!

Friday, 14 September 2012

Terimakasih...

Terimakasih Allah, telah memberikan kemenangan di PON XVIII di Siak,Riau
Terimakasih Bapak yang udah mendidik hingga aku bisa meraih medali,meskipun perunggu...
Terimakasih Ibu yang udah mau membiayai semua peralatan sepatu rodaku...
Terimakasih Mbak Dian yang udah mensupport aku...
Terimakasih Mbak Novi yang sudah mau nganterin aku latihan (kadang2 kalo dia lagi nggak males)...
Terimakasih Anno yang udah nyemangatin aku walaupun lewat LINE messenger,sms,telfon,dll lah...

TERIMAKASIH BUAT TEMEN TEMEN YANG MENDUKUNG PRESTASI SEPATU RODAKU INI!


ILOVEYOU :* ❤

Saturday, 1 September 2012

Dilema!

Kamu tau kalo aku ngangenin kamu?
Kamu tau kalo kamu penyemangatku disaat aku lagi butuh?
Kamu tau kalo cuma kamu yang aneh dan beda?
Kamu tau kalo kamu ga sesempurna mereka,tetapi kamu sempurna dimataku?
Kamu tau kalo kamu itu satu-satunya alasan kenapa aku masih nunggu?
KAMU TAU?!

Ya,emang kamu itu udah dimilikin orang lain.. dan ya aku ngga berhak lah buat ngerebut ataupun ngelarang kamu. Toh,kamu kan udah taken...hmm ya,emang ngga enak sih ngerasain apa yang aku rasain... Itu sakit lho,kalo kamu tau!
Kata orang, "Kejarlah dia sebelum janur kuning melengkung......"
Tapi sayangnya,di ceritaku ini janur kuningnya UDAH melengkung :(
Ya,meskipun kita cuma kenal sebagai temen dan ngga lebih...atau sebagai kakak-adik (katamu) dan nggak lebih...tapi kamu pernah bilang kalo kamu sayang aku kan?
Sayangnya sebagai adik dan cuma bisa jagain aku,dan nggak lebih.

Aku tau ini bodoh,tolol,atau apalah.
Temen-temen bilang "udah jauhin dia aja,ngapain kamu masih berhubungan sama suami orang!"
Aku ngga mau ngejauhin atau ngedeketin kamu.
Tapi kamu yang mulai duluan kan?!

Sekarang aku jadi makin bingung,aku takut....
Aku takut rasa sayangku ini semakin mendalam ke kamu.....
Dan aku takut berharap lebih!
Aku ngga tau caranya, gimana aku bisa move dari kamu.
Dan nggak tau lagi!
Soalnya kamu yang udah bikin hari-hariku jadi lebih berwarna :')

Dan kamu pernah bilang "Aku sayang kamu,kamu sayang aku. Ngapain takut? Kan kita sama-sama sayang,dan ngga akan ngapa ngapain juga kan...siapa emang yang bilang kalo kamu ngerebut aku dari istriku? Kamu ngga ngerebut kok"

Ini yang bikin aku tambah bingung. Kamu udah berekeluarga. Punya anak lagi!
Aku tau aku salah....tapi please, kamu hilang dari hidupku lah.. aku ngga mau ada sangkut pautnya sama suami orang. Aku takut mereka berkata jelek dan salah paham.

Keinginanku saat ini adalah: Jauhi aku,ngga usah muncul lagi di kehidupanku!!!

Sunday, 1 April 2012

Skate is My Life



Untukmu,Indonesiaku…..


            Setiap kali latihan aku selalu berdoa agar latihan ku bermanfaat untuk aku kedepannya dan bisa menjadi juara. Aku membuka internet dan mencari beberapa info di Google,aku membuka website perlombaan yang ada di luar negeri dan membayangkan bagaimana bahagianya memenangkan kejuaraan dunia,apalagi di Negara sendiri dan menyanyikan lagu kebangsaan. Oh! Aku juga berangan-angan untuk ke luar negeri karena prestasi yang aku capai. Aku ingin sekali ke luar negeri,membawa baik nama Negara Indonesia dan bermain bagus apalagi memenangkan perlombaan kejuaraan dunia. Aku juga sangat ingin menjadi seperti idolaku Nicolle Begg yang telah menjuarai di berbagai kejuaraan dunia.
            Tak terasa sudah menginjak bulan Desember, dimana bulan yang penuh dengan latihan-latihan agar bisa memenangkan perlombaan kejurnas,kalau untuk yang senior ini adalah bulan dimana mereka akan menuju mimpi mereka untuk lolos seleksi nasional Sea Games 2011. Aku menanggapi seleksi nasional dengan perasaan biasa dan tidak terlalu ambisius untuk lolos.
            Dari minggu ke minggu latihan ku sudah mulai memperlihatkan adanya kemajuan dan peningkatan waktu dari latihan sebelumnya. Minggu depan adalah hari yang ditunggu-tunggu! Kejurnas yang diadakan di Bekasi dan saat ini aku tidak lagi turun di kelompok Junior karena aku sudah termasuk bagian dari Puslatda, meskipun sebenarnya umurku masih jauh dari kriteria atlet senior.
            Hari ini adalah hari dimana kita harus berangkat ke Bekasi untuk mengikuti perlombaan Kejurnas. Bapak dan ibuku tidak mendampingi ku karena mereka bekerja dan tidak bisa ditinggal hanya untuk melihatku,meski begitu aku harus bisa membuktikan kepada mereka bahwa aku seorang juara. Aku berdoa agar menang karena ini adalah pertama kalinya aku turun pada jarak ketahanan di kelompok senior! Aku melihat satu persatu lawanku. Seperti biasa, mereka begitu ‘sangar’ dengan menggunakan kacamata Oakley dan skinsuit bertuliskan nama daerah yang mereka bawakan. Aku bermain dengan tenang dan penuh konsentrasi di nomor 10.000 meter. Aku tidak menyangka bisa memenangkan 10.000 meter di posisi kedua di kelompok senior! Aku bersyukur dan langsung menelpon ibu, “Halo..Assalamualaikum bu,aku dapet juara 2 di nomor 10.000 meter! Alhamdulillah meskipun lawan senior tapi aku bisa bu!” aku menelpon ke ibuku, ia sangat senang sekali dan mengingatkanku agar aku jangan pernah sombong dan selalu rendah hati.

            Sepulang dari lomba aku mendengar bahwa sehari lagi akan ada seleksi nasional Sea Games 2011 yang diadakan di Jakarta. Lalu aku dan teman-temanku serta orangtua atlet yang mengurus Puslatda segera memesan tiket travel menuju Jakarta. Kami berangkat menuju Jakarta dan mencari penginapan disana. Setelah mendapatkan penginapan, lalu kami semua istirahat.
            Pagi ini kami menuju arena lapangan dimana tempat seleksi nasional Sea Games  untuk uji coba lapangan. Mencoba lapangan dan melihat lawan-lawan dari daerah lain, mereka semua terlihat sangat kompak dengan skinsuit yang sama dengan nama daerah mereka masing-masing. Sedangkan kami atlet Jawa Timur? Kami belum memiliki skinsuit dengan bertuliskan nama daerah yang kami wakili. Kami hanya bermodal sepatu roda dan peralatannya serta memakai skinsuit seadanya yang kami miliki. Namun itu tidak membuatku dan teman-temanku putus asa, aku tetap harus memberikan yang terbaik untuk kami semua dan untuk Jawa Timur.
            Setelah percobaan lapangan, kami semua menuju tempat penginapan dan harus makan lalu beristirahat. Kami semua berkumpul dan membicarakan lawan-lawan yang harus di antisipasi. Aku sadar bahwa yang harus aku hadapi besok adalah seleksi nasional Sea Games! Yang akan diambil 15 besar untuk lolos dan mengikuti pelatnas. Tetapi, aku tidak terlalu ambisius di event seleknas ini karena aku pikir umurku masih muda dan tidak mungkin bisa lolos mengalahkan mereka yang kuat dan cepat apalagi senior yang telah berlaga di PON 2008 di Kalimantan Timur lalu.
           
            Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh atlet sepatu roda seluruh Indonesia, karena hari ini adalah hari dimana mereka akan berjuang untuk dapat menggapai mimpi mereka untuk lolos di seleksi nasional dan berlaga di Sea Games 2011 membawa nama Indonesia. Kami atlet Jawa Timur bermain dengan tenang namun serius, karena seleksi ini memakai metode ‘individual time trial’ atau jalan sendiri-sendiri melawan angin dan diambil berdasarkan waktu tercepat. Nomor lomba mulai dari 300 meter,1500 meter,dan 3000 meter. Semuanya harus dilalui dengan sempurna dan dengan waktu yang bagus tentunya. Aku memulai lomba dengan berdoa meski pada akhirnya gagal di nomor 300 meter peringkat ke 18 dan 1500 meter hanya peringkat ke 16.
            Besok adalah nomor lomba terakhir yaitu 3000 meter dan aku harus memberikan penampilan terbaik karena besok adalah kesempatan terakhir. Meski pada awalnya aku tidak terlalu berambisius tetapi rasa semangat ingin membahagiakan orangtua selalu ada pada diriku. Aku ingin pulang dengan membawa kabar baik bagi semua orang yang telah mendukung prestasi sepatu rodaku ini, meskipun dulu ibuku sempat tidak menyetujui aku di bidang sepatu roda. Tetapi aku ingin membuktikan pada ibu dan mereka yang telah merendahkan ku bahwa aku bisa.
            Pagi ini adalah pagi yang ditunggu-tunggu karena kesempatan terakhir untuk lolos seleksi nasional menuju Sea Games 2011 dan mengikuti pelatnas bersama seluruh atlet sepatu roda Indonesia yang lolos. Aku berdoa sebelum bermain dan tak lupa meminta doa dari kedua orangtua lewat handphone. Giliranku! Namaku dipanggil dan aku bermain 3000 meter dengan waktu konstan. Aku meminta tolong salah satu temanku yang juga atlet Jatim untuk mengkode berapa waktu yang aku capai selama menempuh jarak per 1 putar nya agar aku tetap pada kondisi stabil dengan waktu konstan.
            Setelah selesai dan mencapai garis finish aku dan teman-temanku menunggu hasil yang akan diumumkan oleh panitia. Inilah yang dinanti-nanti seluruh atlet sepatu roda dari berbagai daerah dan dengan perasaan cemas penuh harap serta terus berkomat-kamit membaca doa agar kita semua atlet Jawa Timur bisa lolos seleksi nasional ini. Pertama-tama hasil seleksi putra dan salah seorang dari atlet Jatim dipanggil,kemudian disusul temanku selanjutnya dan temanku lagi. Mereka semua yang lolos di seleksi nasional tersebut, lalu giliran kami yang putri. Oh,God! Namaku disebut bahwa aku lolos seleksi nasional Sea Games dan akan mengikuti pelatnas di Bandung! Alhamdulillah,lalu aku bersujud sambil mencium aspal.

            Lalu aku menelpon ibu dan bapakku untuk mengabari mereka bahwa aku lolos seleknas dan mereka mendengar kemudian mengucap syukur kepada Allah. Kami semua pulang dengan hati yang bahagia dan dengan wajah yang sumringah karena kami semua bahagia telah lolos di seleknas. Aku menyadari bahwa selama ini perjuangan menuju kesuksesan tidaklah mudah, selalu ada lika-liku dibalik keberhasilan seorang juara. Termasuk hinaan dan caci maki dari segala arah. Sesampainya di penginapan lalu kami mengemas semua barang-barang kami dan menuju ke Stasiun Gambir untuk pulang ke Surabaya.
            Pagi ini kami semua kembali ke kota tercinta Surabaya dengan menumpangi kereta api. Lama perjalanan tidak terasa karena kami semua membicarakan tentang lomba dan seleksi kemarin. Akhirnya sampai juga di kota tercinta kami, Surabaya. Di luar kereta kudapati keluargaku menunggu kedatanganku dengan senyuman bahagia. Lalu aku turun dari gerbang kereta dan bercerita panjang tentang lomba kemarin.
            Sesampainya dirumah kami mendengar kabar bahwa akan ada pelatihan militer untuk membentuk karakter dan mental atlet. Pelatihan tersebut bertempat di Batujajar, Jawa Barat dan diwajibkan bagi seluruh atlet Sea Games 2011.

            Waktunya mengemasi barang-barang lagi untuk menuju Batujajar,Jawa Barat mengikuti pelatihan militer atau biasa disebut ‘Character Building Atlet Satlak Prima 2011’. Kami menuju Jakarta terlebih dahulu dan menginap di Hotel Atlet yang berada di kawasan Gelora Bung Karno. Besoknya kami berangkat menuju Batujajar,Jawa Barat dengan menggunakan bus-bus yang telah disiapkan oleh koni pusat. Di dalam bus terdapat banyak atlet dari berbagai daerah dan berbagai cabang olahraga seperti Sepatu roda,Selam,Loncat indah,Ski air,Tinju,Atletik,Selancar angin dan Senam. Aku masih tidak menyangka bahwa saat ini aku berada di tengah orang-orang yang hebat dan yang mempunyai banyak pengalaman,apalagi mereka atlet Indonesia! Di perjalanan menuju markas tentara kami semua bernyanyi-nyanyi lagu nasional dan lagu-lagu yang ditayangkan di TV bus.
            Sesampainya ditempat kami semua disuruh baris-berbaris sesuai tinggi badan, aku tidak menyangka bahwa yang mengikuti sebagian besar adalah orang besar dan yang sudah dewasa, sedangkan anak kecil hanya beberapa yang ada. Karena ini adalah pelatihan yang diwajibkan untuk atlet Sea Games, tidak kaget kalau orang dewasa hampir mengisi dalam setiap cabor. Bahkan di cabor Sepatu roda pun hanya 3 orang yang seumuran denganku, lainnya mereka yang sudah SMA,Kuliah,Kerja,dan sebagainya.
            2 minggu menjalani pelatihan militer membentuk karakter atlet, kami mendapat baju tentara.peralatan tentara seperti topi,kompi,seragam,sepatu PDL,sabuk,dan tempat minum beserta tas militer. Jiwa nasionalisme ku semakin kuat dan kami disana diajari bagaimana cara  menghadapi lawan. Kami tahu mana perbuatan bela Negara, disana juga terdapat berbagai banyak pelajaran kewarganegaraan. Tempat belajar kami begitu tenang sehingga membuat kami semua mengantuk dan tertidur. Namun jika tertidur, nama kami dipanggil untuk maju ke depan dan push up sebanyak perintah yang danjurkan. Oleh karena itu aku selalu membawa permen untuk menghilangkan rasa kantuk. Makan pagi,siang,dan malam selalu dihitung dengan menggunakan stopwatch yang berdurasi 4 menit harus selesai dalam keadaan piring harus bersih tanpa ada yang tersisa. Kadang disaat praktek untuk outbond aku merasa sedikit khawatir akan diriku untuk melakukan terjun bebas menggunakan tali,running di ketinggian,memanjat tebing,dan jerit malam di hutan sendiri pada jam 12 malam.
            Lama menjalani pendidikan ini, akhirnya kami semua calon atlet-atlet Indonesia yang akan membela Negara di Sea Games 2011 mendatang lulus 100% dan mendapat sertifikat kelulusan pendidikan karakter atlet Satlak Prima 2011. Kami pulang dengan hati gembira karena kami telah selesai melakukan kewajiban sekaligus mendapat sertifikat kelulusan. Di lain sisi, kami juga sedih karena harus berpisah dengan teman-teman dan pelatih-pelatih kami disana. Ada banyak hal yang kudapat disana, yaitu kunci kesuksesan adalah disiplin dan jujur.
            Kami semua kembali ke hotel atlet yang berada di kawasan Jakarta Pusat tepatnya bersampingan dengan Gelora Bung Karno. Aku dan teman-temanku segera meletakkan tas dan sebagainya di dalam kamar, lalu kami semua makan malam di ruang makan. Cukup lama di hotel atlet membuatku ingin pulang karena aku rindu dengan keluargaku. Akhirnya beberapa hari kemudian, aku kembali ke Surabaya dengan menumpangi pesawat. Aku berangkat ke bandara sendiri karena teman-temanku masih ingin lama di Jakarta untuk berlibur,berbelanja,dan sebagainya.
            Sesampainya di Surabaya, keluarga menyambutku dengan penuh heran karena mereka ‘pangling’ atau sedikit tidak mengenali wajahku. “Din,kamu kok tambah hitam dan kurus” kata-kata itu selalu terlontar dari mulut teman-teman serta keluargaku. Memang di Batujajar lalu kami semua dijemur setiap hari untuk berlatih PBB dan upacara penyambutan pejabat-pejabat maupun anggota KONI pusat yang datang. Tak heran jika aku pulang dengan keadaan kurus dan dengan kulit yang hitam kecoklatan.
            Aku kembali bersekolah untuk menyelesaikan ulangan-ulangan yang belum aku ikuti karena memang aku sering izin. Terlalu banyak ulangan susulan membuatku kelelahan, kadang sehari bisa 3-4 ulangan yang harus aku selesaikan. Bahkan beberapa guru memberiku tugas harian yang belum aku selesaikan.
            Baru beberapa minggu masuk sekolah, tiba-tiba ada kabar melalui SMS bahwa akan diadakan Pelatnas Sea Games 2011 di Bandung,Jawa Barat. Kami semua harus berkumpul selambat-lambatnya pada awal bulan Maret 2011. “Hah? Pergi lagi? Nggak sekolah lagi…” kataku berbicara pada diri sendiri. Beberapa hari kemudian aku memesan tiket pesawat menuju Bandung dan mengemasi barang-barangku dengan menyicil satu persatu baju,sepatu,dan peralatan.
           
            Hari ini aku berangkat menuju Bandung untuk mengikuti Pelatnas Sea Games 2011. Di bandara, aku senang sekaligus sedih karena harus meninggalkan rumah dan berpisah dengan keluarga lagi. Tetapi di sisi lain, aku senang karena akan berkumpul dengan teman-teman ku yang terpilih sebagai atlet untuk memperkuat team Indonesia.
            Aku meletakkan tas dan koper ku ke tempat pemeriksaan barang-barang bawaan,mengatur mana yang akan dimasukkan ke dalam bagasi pesawat,dan berjalan menuju gate yang tertera di tiketku dan menunggu di ruang tunggu. Tak lama kemudian pesawat datang dan aku pun mulai ikut mengantri untuk diperiksa tiketnya. Setelah berada di dalam pesawat dan menemukan tempat duduk yang aku tempati, aku langsung tidur. Pesawat yang aku naiki sudah sampai di Bandung,aku langsung menuju tempat pengambilan bagasi,dan memesan taksi untuk menuju hotel yang telah disepakati bersama sebagai tempat tinggal atlet pelatnas sepatu roda.
            Tak terasa aku sampai di hotel yang dituju pada malam hari. Aku lalu bertemu pelatihku dan ia bilang bahwa aku sekamar dengan temanku dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian aku menuju kamar 304 dan meletakkan barang-barangku di lemari.
            Aku melihat dibawah banyak sekali teman-temanku yang sedang makan malam dan aku langsung bergabung dengan mereka. Mereka terlihat sangat akrab satu sama lain karena sudah saling kenal dan dekat. Sedangkan aku? Aku kan hanya anak baru yang beberapa tahun ikut sepatu roda, apalagi baru saja menang dan ikut seleksi nasional. Wajar saja jika aku tidak terlalu dekat dengan mereka yang sudah berpuluhan tahun menggeluti dunia sepatu roda. Meski awalnya merasa terasingkan, lama kelamaan mereka mengajakku berbicara,menanyai aku kapan aku mulai ikut sepatu roda,dan heran bahwa aku anak baru tetapi bisa lolos seleksi nasional.
           
            Lama tinggal di Bandung dan berlatih bersama atlet-atlet seniorku membuat aku dekat dengan mereka yang sudah memiliki nama besar di sepatu roda. Ah,aku masih tidak menyangka bahwa sekarang aku menjadi bagian untuk memperkuat team Indonesia dan bahkan bisa dekat dengan mereka. Pelatih asing dari New Zealand dating untuk mengajari teknik sepatu roda yang benar dan program yang bagus. Dia bernama Mr.Begg, kulitnya begitu merah seperti udang yang direbus haha. Oh,aku tak menyangka dia adalah ayah dari seorang juara dunia perempuan bernama Nicole Begg! Idolaku!
            Pelatihku mengatakan bahwa kami semua akan mengikuti lomba di Namwon,Korea pada bulan Juli 2011. Lomba tersebut tidak ditarik biaya alias dibiayai dan ditanggung oleh pihak Prima (Program Indonesia Emas). Aku sangat senang sekali mendengar kabar tersebut dan kemudian salah satu kakak seniorku mengatakan bahwa kami semua akan berangkat minggu depan! Passport dan segala yang diperlukan untuk mendapat visa menuju Korea segera diurus oleh pengurus sepatu roda Indonesia dan Prima.
            Aku terus berlatih dan berlatih meski aku salah satu junior yang baru mengikuti pelatnas, namun aku tidak mau kalah dengan kakak-kakak seniorku. Ibu dan kakak perempuanku datang untuk menjengukku sebelum aku pergi ke Korea. Aku senang sekali ibu dan mbak Ovi datang ke Bandung untuk menjengukku, dan kami lalu pergi menuju sebuah pusat perbelanjaan di Bandung untuk membeli makanan,minuman,dan peralatan yang diperlukan sebelum pergi ke Korea. Ya! Sekarang kita akan mengemas barang-barang karena nanti malam akan berangkat menuju Jakarta kemudian Korea!
            Aku mendengar kabar bahwa ke Korea akan diundur lusa depan, karena visa belum jadi. Semuanya kecewa termasuk aku, hanya karena kesalahan kecil kami semua tidak jadi berangkat malam ini. Ah,tapi di lain sisi aku senang karena masih bisa berkumpul bersama keluarga dan menjelajah Kota Bandung lagi hehehe. Oke, latihan besok diliburkan dan itu tandanya aku akan mengajak ibu dan mbak Ovi ke Cihampelas yaitu pusat perbelanjaan fashion.
            Tak terasa hari terus berlalu dan malam ini kami berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta,Jakarta. Bus pun melaju kencang sambil diiringi kakak-kakak senior yang terus bernyanyi tak henti-henti. Beberapa jam kemudian kami sampai di bandara dan langsung menuju gate. Semuanya akan diurus oleh manager dan pelatih kami, jadi kami hanya membawa tas yang berisi sepatu roda.
            Setelah pesawat datang, kami semua masuk ke dalam pesawat melewati tangga. Kemudian aku duduk di sebelah kakak seniorku bernama Sasha, dan kami berbicara banyak tentang sepatu roda. Beberapa jam kemudian pesawat kami telah sampai di Denpasar,Bali untuk melakukan transit. Pagi ini kami berangkat lagi menuju Korea! Tak sabar untuk ke luar negeri pertama kalinya, aku pun tidak tidur di dalam pesawat, termasuk teman-temanku. Mereka juga sangat senang karena mereka tidak pernah ke Korea, apalagi bersama teman-teman dan lengkap semuanya berkumpul jadi satu.
            Tak terasa aku tertidur, lalu aku dibangunkan oleh Kak Nilam kalau kita sudah sampai di Korea. Pesawat mendarat lalu berhenti ditempat nya. Kami semua turun menuju pintu keluar sambil membawa tas sepatu roda. Aku tersenyum sumringah karena sekarang aku menginjak Korea! Hahaha. Lalu kami semua berkumpul di bandara untuk membagi uang saku setiap atlet hehehe.
            Bus menuju kota Namwon dari Seoul ditempuh 6 jam tetapi kami semua beristirahat sebentar di dekat jalur tol menuju Namwon. Beberapa jam istirahat untuk makan siang lalu meneruskan perjalanan menuju Namwon. Sesampainya di Namwon, kami menuju Namwon International Hotel untuk menginap disana selama 12 hari. Setelah sampai dan membagi kamar, kami semua meletakkan tas koper dan tas sepatu roda lalu mengganti pakaian untuk mencoba lapangan perlombaan yang ada di Namwon.
            Perjalanan menuju lapangan sangatlah indah, karena aku melihat gunung-gunung dan pura tempat bersembahyang. Kami semua melewati ‘Love Bridge’ atau jembatan cinta yang bertuliskan: “Namwon City of Love”.
            Sesampainya di lapangan aku melihat atlet sepatu roda dari berbagai Negara, mulai dari Korea,China,Taiwan,Colombia,Australia,dan New Zealand. Mereka begitu cepat dan lihai dalam bermain sepatu roda. Bahkan kekuatan atlet-atlet junior mengalahkan senior yang ada di Indonesia! Wow!
            Lomba pun dimulai dan aku mengikuti 10.000 meter dan 15.000 meter. Saat aku bermain 15.000 meter, aku merasa kecepatan lawan-lawanku sangat tinggi sekali. Beberapa dari lawanku ada yang berusaha menyingkirkan aku dengan menjegal kakiku di tikungan karena sebentar lagi bunyi bel eliminasi! Tubuhku oleng namun aku tidak jatuh. Satu persatu temanku di eliminasi dengan disebut nama dan nomor helm. Lalu beberapa orang Korea di eliminasi bersama aku juga. Memang Indonesia belum berpengalaman sehingga kurang jam terbang dan tidak bisa mengikuti kecepatan mereka.
            Lomba selanjutnya 10.000 meter aku mengambil posisi di belakang, namun setiap bel dibunyikan aku selalu maju ke depan dan mengambil posisi di tengah atau di pinggir rombongan. Aku sempat mengikuti rombongan dan memimpin di depan, salah satu temanku dipanggil untuk di eliminasi. Hanya tersisa 2 orang dari Indonesia yaitu aku dan kakak seniorku. Kami bersaing siapakah yang paling kuat, namun aku di eliminasi duluan lalu dia menyusul.
            Hari selanjutnya kakak-kakak seniorku bermain di nomor 300 meter,500 meter,1000 meter,1500 meter,3000 meter,dan 5000 meter relay. Namun musim disini hujan dan selalu menunda untuk lomba. Pada akhirnya banyak hari yang kosong dan tidak ada lomba sama sekali. Setelah hujan selesai, lomba pun dilanjutkan dan kali ini yang bermain kakak senior putra. Mereka bermain bagus namun belum bisa menjadi juara dunia. Lomba pun selesai dalam waktu 9 hari dan kami tidak ada yang membawa medali satu pun. Tetapi, namaku dipanggil sebagai atlet termuda yang berbakat dan diberi uang senilai 100.000 won serta bunga penghargaan. Aku tidak menyangka akan dipanggil ke depan bersama atlet junior lainnya dari berbagai Negara, seperti Colombia,China,Australia,dan Taiwan.
            Saatnya kami semua berlibur menjelajah mengelilingi kota Namwon dan kemudian berkemas menuju Seoul. Setelah berkemas dan siap melakukan perjalanan menuju Seoul, kami semua berpamitan kepada pihak hotel dengan mengucapkan “Annyeonghaseo…Kamsahamnida!”.
            Seoul oh Seoul kami telah berada di Seoul dan menginap di Hotel Olympic Park lalu menjelajah kota Seoul,pasar Dong Daemun,Maxtyle Mall,dan Doota. Beberapa hari di Seoul, aku dan teman-temanku pulang ke Indonesia dan kami semua sangat rindu keluarga serta penghuni hotel yang sudah akrab dengan atlet pelatnas hehe. Lalu sesampainya di Indonesia, aku dan teman-temanku menumpangi bus menuju Bandung. Sesampainya di Bandung aku segera mandi, lalu tidur karena kelelahan. Besoknya latihan kami libur 4 hari dan diizinkan untuk pulang ke daerah masing-masing, namun aku tidak pulang karena kehabisan tiket menuju Surabaya.
            Di sela waktu istirahat aku berpikir sejenak tentang sekolah karena sebentar lagi aku menjalani UNAS dan untung saja aku mengikuti les privat yang ku jalani setiap malam di hotel ini.
            Beberapa hari menjelang UNAS aku pulang ke Surabaya dan menyelesaikan kewajiban ku untuk mengikuti Ujian Nasional tersebut. Setelah menyelesaikan tugasku di sekolah aku ditelpon oleh pelatih ku yang di Bandung untuk kembali berlatih.
            Aku bertanya pada bapak lewat telepon, “Pak..gimana sekolahku? Aku belum dapat sekolah ya?” aku bertanya dengan nada sedih dan kecewa. Bapak menjawab, “Tenang aja, nanti dicarikan sekolah khusus atlet..karena sekolah formal tidak mau menerima siswa yang tidak hadir langsung di sekolahnya”. Aku dilema karena saat ini aku menjalani pelatnas di Bandung, tetapi selain itu aku juga ingin mendapat SMA negeri yang bagus.

            Sekarang adalah bulan September dan memasuki tengah bulan Ramadhan. Suka duka kita lalui bersama pelatnas, termasuk bolong puasa karena latihan hari ini sangat berat dan dengan porsi pagi-sore hehehe. Tak terasa 2 hari lebaran dan aku sudah memesan tiket dari jauh hari untuk pulang ke Surabaya. Hari yang ditunggu datang, aku pulang menuju Surabaya. Singkat waktu di Surabaya, aku kembali lagi ke Bandung untuk berlatih.
            Beberapa hari di Bandung, kami berlatih sepeda balap menuju Lembang. Di tengah perjalanan aku jatuh entah karena apa, dan sebuah sepeda motor menabrakku. Aku tidak sadarkan diri, yang aku dengar hanya ucapan panik teman-temanku. Darah bercucuran dari kepala saat aku mencoba membuka mataku perlahan-lahan. Salah satu temanku berteriak, “Astaghfirullah! Pak tolong bantuin teman saya kepalanya bocor..Ya Allah pak tolong bawa sepedanya” itulah perkataan yang aku dengar dan aku masih belum bisa membuka mata. Aku masih tidak sadarkan diri saat dibawa ke beberapa klinik terdekat, klinik itu menolak untuk menanganiku karena luka yang ku alami cukup parah kata dokter dan harus dibawa ke rumah sakit. Lalu mbak Devi menggendongku ke rumah sakit dan kepalaku dijahit. Untung saja aku tidak gagar otak, kata dokter yang melihat hasil rontgenku.

            Beberapa hari setelah aku jatuh dan kualitas latihanku mulai menurun, aku dan teman-temanku dipanggil untuk mengikuti perlombaan marathon 42K di Haining,China pada bulan Oktober. Aku pun manyetujui meskipun jahitan yang ada di kepala belum cukup sembuh namun aku harus mengikuti marathon tersebut.
            Berangkatlah kami yang dipanggil untuk ke China menuju Jakarta dan langsung ke Hangzhou,China. Kami menginap di hotel mewah dan eksekutif di Haining,China. Esoknya, lomba pun dimulai dan aku masih merasakan rasa sakit yang ada di kepalaku ini. Rasanya pusing,perih,dan nyut-nyutan. Namun aku tetap memaksakan diriku. Lomba pun berlangsung dan kami sudah menempuh setengah perjalanan, kepalaku terasa pusing dan pening. Aku ingin berhenti lalu beristirahat, tetapi aku juga harus finish karena aku membela Indonesia di ajang ini. Tidak terasa akhirnya aku mencapai garis finish meski aku tidak menang. Mr.Begg mengatakan “Good Job! You have do your best! Result was awesome! You finish!!!” yang intinya bahwa aku melakukan dengan baik dan hasil yang menakjubkan, bahkan aku finish saja sudah bagus.
            Aku telah menyelesaikan kewajibanku, kini saatnya aku fokus ke Sea Games 2011. Aku terpilih sebagai pemain junior dan membela Indonesia di team relay. Alhamdulillah, akhirnya pada ajang Sea Games 2011 yang dilaksanakan di Palembang dan kami team Indonesia mendapatkan emas di kelompok relay. Kami semua sangat bahagia karena Merah-Putih berkibar di tiang paling atas. Kami semua terharu sekaligus bangga karena bisa memenangkan Sea Games 2011 yaitu ajang pertandingan Internasional 2 tahun sekali.
           
            Kembali pulang ke Surabaya dan aku harus mengurus sekolahku. Berbagai sekolah menolak jika siswanya terlambat daftar ulang termasuk calon sekolahku yang akan aku masuki. Aku sedih dan bapak mengatakan, “Nggak papa,Nak..kamu bisa sekolah di tahun depan saat ini berhenti setahun dulu ya..tapi tetep belajar dirumah,percaya pasti kedepannya akan lebih baik”.
Betapa sedihnya mendengar ucapan tersebut dari bapak, tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya sekolah dengan adik kelas dibawahku. Aku kecewa dengan semua orang aku kecewa! Aku menangis mendengar ucapan bapak karena aku ingin sekolah dan tidak mau jadi pengangguran.
            Beberapa minggu belajar di rumah sendiri dan tidak sekolah, lalu aku ditelpon oleh pelatihku yang berasal dari New Zealand yaitu Mr.Begg lewat jejaring sosial Skype. Dia mengatakan bahwa aku terpilih mendapat beasiswa sepatu roda di New Zealand selama 3 bulan dan biaya hidup ditanggung sepenuhnya oleh International Skating Academy. Bukan main bahagianya! Ternyata tidak sia-sia aku putus sekolah setahun karena sebentar lagi aku akan menjalani hidup di New Zealand selama 3 bulan! Aku mengatakan hal ini kepada keluargaku, mereka bahagia lalu berkata “Tuh..kan disetiap rencana Allah yang tidak diketahui,pasti ada kebaikan dan rezeki”. Ternyata memang benar kata bapak bahwa disetiap rencana yang kita anggap buruk akan muncul kebaikan dan rezeki yang tidak diduga-duga.

            Bulan ini adalah bulan Januari dan aku harus segera mengurus visa untuk berangkat ke New Zealand. Tidak sulit ternayata untuk mengurus visa, setelah selesai mengajukan dan mengirim pendaftaran di Jakarta, aku membeli tiket pesawat menuju New Zealand. Tak lama, visa ku pun jadi dan lusa harus berangkat menuju New Zealand. Aku berkemas dan menata segala keperluan di tas koper. Sebenarnya aku sedih karena harus meninggalkan rumah lagi, padahal baru saja aku pulang dari pelatnas. Tetapi, aku harus membawa nama baik Indonesia di mata Negara lain agar tidak dipandang sebelah mata. Aku ingin membahagiakan kedua orangtua ku terus-menerus.
            Hari ini aku berangkat menuju New Zealand dari Bandara Internasional Juanda Surabaya. Aku megucapkan salam dan berpamitan kepada keluargaku. Lalu aku segera masuk ke gerbang dan langsung menumpangi pesawat. Seperti biasa, hari ini akan menjadi hari yang melelahkan karena perjalanan jauh. Namun sebelum ke New Zealand, pesawat transit menuju Bali,kemudian Sydney,Australia dan Christchurch,New Zealand. Pesawat sudah sampai di Bali dan dilanjutkan ke Australia. Di Australia, aku makan sebentar di sebuah café Italy di bandara. Lalu bunyi pengumuman bahwa pesawat menuju New Zealand telah mendarat, sambil membawa minumanku aku masuk menuju gerbang dan menumpangi pesawat. Di dalam pesawat aku tertidur sampai pada akhirnya pramugari membangunkanku. Sesampainya di Christchurch,New Zealand aku melihat Mr.Begg telah menjemputku bersama teman-temanku dari Indonesia yang sudah sampai terlebih dahulu. Mr.Begg lalu memelukku dan ia bilang bahwa aku akan memimpin lagu Indonesia Raya jika pembukaan Oceania 2012 nanti. Kami semua langsung keluar dari bandara, di luar terasa dingin sekali. Temanku bilang bahwa disini 5-10 derajat celcius,wah! Aku sempat kaget sambil merapatkan resleting pada jaketku karena dinginnya udara disini. Lalu kami menuju Timaru,tempat Mr.Begg tinggal. Aku akan tinggal disana bersama temanku dari Indonesia yang telah dipilih Mr.Begg.
            Pagi ini latihan pun dimulai, matahari bersinar sangat cerah namun udara yang kita alami tetap sama seperti tadi malam,dingin! Aku tidak kuat untuk memutari lapangan dan bersepatu roda karena dinginnya. Namun lama kelamaan aku bisa beradaptasi menyesuaikan musim disini. Aku juga tidak menyangka bahwa aku bisa bertemu Nicole Begg! Dia bahkan mengajakku berbicara,bercanda tawa,serta mengajarkan teknik yang benar dalam bermain sepatu roda. Aku sangat bahagia bisa bertemu dengan idolaku, apalagi dia tau namaku sekarang karena Mr.Begg ayahnya, telah mengenalkan aku dengan Nicole.
            Berhari-hari kami semua berlatih untuk menghadapi Oceania 2012, akhirnya diadakan perlombaan yang diadakan di Kota Blenheim yang jarak tempuhnya 5 jam dari Timaru. Aku mengemasi barang-barangku dan kami semua berangkat menuju Blenheim dengan menggunakan mobil milik Mr.Begg.
            Sesampainya di Blenheim,kami semua menuju penginapan dan langsung beristirahat. Beberapa jam tidur, kami dibangunkan oleh Nn.Begg untuk mencoba lapangan pada malam hari. Dengan udara dingin, kami semua mencoba lapangan dan disana terdapat banyak atlet asing yang mencoba lapangan dalam keadaan semangat dan tanpa rasa kedinginan sedikit pun, ya mungkin karena mereka sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.
            Siang ini, kami akan berlomba untuk membela Indonesia. Aku bermain team yang terdiri 3 orang dan kami melakukannya dengan baik. Kami berhasil menggondol medali emas pada relay 3000 meter dan bendera merah-putih berkibar di tiang paling atas. Kami semua tersenyum bahagia, salah seorang pelatih dari lawan kami mengucapkan selamat kepada kami. Inilah berkat latihan keras yang kami jalani selama di New Zealand.

            Bulan berganti begitu cepat, tak terasa aku akan menjalani perlombaan Oceana pada bulan April pertengahan setelah latihan keras yang telah kita jalani dengan penuh keringat,menangis,bahkan dimarahi oleh Mr.Begg sperti naik-turun tangga,berlari di pantai,jogging dari rumah menuju lapangan,dan fisik yang sangat berat. Itu semua kami lewati dengan penuh kesabaran dan ikhlas, hingga pada akhirnya Oceana pun akan dimulai seminggu lagi.
            Aku merasa bahwa sebelum aku latihan disini, kecepatan ku tidak secepat ini dan sebagus ini teknik ku. Aku teringat kata-kata Nicole “You must do your best in Oceana! I will support you” dia mengatakan sambil tersenyum yang berarti dia percaya bahwa aku bisa melakukan dengan baik dan tampil menjadi juara.
            Perlombaan Oceana telah dimulai, aku pun memenangkan 300 meter,500 meter,dan 1000 meter. Meski aku hanya mendapat perunggu atau di posisi nomor 3,tetapi aku bahagia karena bisa mengalahkan lawan-lawanku sebagai tuan rumah New Zealand. Aku terharu sekaligus bahagia karena aku menyanyikan lagu Indonesia Raya dan merah-putih berkibar di tiang paling atas.

            Aku tidak menyangka aku bisa menang di Negara orang. Aku tidaklah dihina lagi sebagai atlet ‘ecek-ecek’. Kini aku menjadi bagian dari atlet yang memperkuat team sepatu roda Indonesia. Aku menyadari bahwa apa yang kita mimpikan akan menjadi kenyataan asalkan kita berjuang keras untuk menggapainya dengan disiplin,jujur,ikhlas melakukannya,dan tidak pernah membantah. Serta tidak lupa berdoa. Aku menyadari bahwa kata-kata bapak dan ibu selama ini membuatku seperti ini. Aku bahagia mempunyai mereka yang selalu mendukungku. Inilah medali yang aku dapatkan di New Zealand,Untukmu…Indonesiaku…

Tuesday, 10 November 2009

Cuma Random!!!

"semua manusia pasti pernah menangis dan berharap bahwa kesedihan akan segera hilang hingga menjadi senyuman bahagia "

mengapa hari cepat berlalu? adakah pengundur waktu? aku kangen kalian semua tmen" spt roda! aku ingin lomba lg! :'(

pagi ini ak msh mencari ilmu,siang nanti ak udh pulang dan nyiapin baju2 untuk ke tangerang.. sorenya,ak tak lupa membawa PSP kesayanganku ! dan lgsg menuju ke Stasiun dgn berbekal uang 200ribu.. semoga pada hari H nya nanti,saya bs membahagiakan kdua org tua saya :)
Ya Allah,bsk ak lomba kejurnas di Karawaci,Tangerang.. Berikanlah ak kekuatan agar bs mengalahkan lawan2 ku ...Dan pulang ke Surabaya membawa 2 medali emas yg kan kupersembahkan pd kdua ortu ku ... amiinn :)